Gejala Menopause Wanita

Gejala Menopause Wanita  – Ciri-ciri yang menandakan menopause adalah berhentinya menstruasi. Akan tetapi, seperti yang telah kita ketahui, sangat sulit menentukan apakah Anda telah mengalami menstruasi terkahir saat terjdinya ketidakteraturan menstruasi yang menunjukkan bahwa Anda mendekati menopause. Alasan lain yang patut Anda curigai bahwa Anda telah berada pada masa menopause adalah jika Anda mengalami gejala menopause. Hanya kira-kira tiga perempat dari wanita yang berada pada masa menopause mengalami gejala menopause. Gejala-gejala yang umum terjadi adalah sebagai berikut :

Gejala Menopause Wanita

Gejala Menopause Wanita

a. Gejala Menopause Wanita fisik:

  • Hot flushes/rasa panas (pada wajah, leher dan dada yang berlangsung selama beberapa menit. Anda bisa juga merasa pusing, lemah atau sakit).
  • Rasa panas
  • Berkeringat di malam hari
  • Detak jantung yang berdebar-debar dan mengencang
  • Susah tidur
  • Sakit kepala
  • Keinginan buang air kecil menjadi lebih sering
  • Perasaan tidak nyaman ketika buang air kecil
  • Ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air kecil (inkontinensia).

b. Gejala Menopause Wanita psikologis :

  • Mudah tersinggung
  • Depresi
  • Cemas
  • Suasana hati/mood tidak menentu
  • Sering lupa atau mudah lupa
  • Susah berkonsentarasi
  • Sebagian orang ada yang mengalami penurunan pada fungsi penglihatan

c. Gejala Menopause Wanita dalam bentuk seksual :

  • Kekeringan vagina, mengakibatkan rasa tidak nyaman selama berhubungan seksual.
  • Menurunnya libido atau gairah seksual

Meskipun Gejala Menopause Wanita tersebut akan menolong Anda dan dokter mengindentifikasi ketika Anda mendekati menopause, gejala-gejala tersebut juga dapat menjadi gejala kondisi lain dan secara khusus tidak bermanfaat untuk menentukan dengan tepat kapan menopause terjadi. Anda bisa saja mengalami gejala-gejala yang terjasi sebentar-sebentar, selama beberapa tahun baik sebelum dan sesudah menstruasi Anda yang terakhir.

Gejala pra menopause pada wanita yang ditandai dengan klimakterium yang merupakan masa yang diawali dari suatu akhir fase reproduksi, dan berakhir di awal senium atau awal usia tua dan biasanya terjadi sekitar usia 45-65 tahun. Masa ini biasanya ditandai dengan gejala menopause dengan berbagai keluhan seperti endokrinologi dan vegetatif. Selain itu, keluhan ini paling utama juga disebbakan akibat dari fungsi ovarium yang mengalami penurunan. Dan gejala dari penurunan pada fungsi ovarium merupakan haid atau menstruasi yang berhenti pada wanita yang dikenal dengan istilah menopause.

Menopause merupakan suatu proses berhentinya ovulasi yang diakibatkan karena sudah tidak ada respon cosit dari indung telur atau ovarium dan secara umum terjadi di usia 47-53 tahun. Menopause biologis diartikan sebagai salah satu proses berakhirnya menstruasi, dan pertanda bahwa kemampuan untuk mempunyai anak sudah hilang. Menopause yang terjadi dengan bersamaan pada kadar estrogen yang menurun. Kadar estrogen merupakan hormon seksual pada wanita yang paling utama yang jumlahnya akan mengalami penurunan dengan perbandingan 1 : 10 dari jumlah yang sebelumnya.

Dalam jangka waktu selama 4-5 tahun setelah menopause biasanya disebut dengan pramenopause, dan dalam waktu 3-5 tahun setelah menopause disebut dengan pascamenopause. Masa pramenopause, menopause, dan pascamenopause biasanya dikenal sebagai masa klimakterium dan keluhan yang terjadi pada masa ini biasanya disebut dengan istilah klimaterik. Menopause dini terjadi dengan lebih cepat akibat proses pembedahan untuk membuang ovarium. Dan selain itu, perimenopause lebih mengacu pada tahun-tahun sekitar menopause dimana fungsi dari ovarium akan mengalami suatu perubahan.

Jumlah dari sel telur yang mengalami penurnan dan juga ovarium yang lama kelamaan akan lebih resisten pada aksi Follicie Stimulating Hormon (FSH),ovariu akan menhasilkan suatu penurunan pada jlmah estrigen, progesteron, dan juga androfen. Kehilangan negative feedback dari dalam estrogen di ovarium akan mengakibatkan terjadinya peningkatan pada pengeluaran FSH dan Luteinizing Hormon atau LH. Dan ada juga penurunan sekresi inhibin glikoprotein dengan lebih selektif untuk menghambat terjadinya FSH. Aksi dari peristiwa yang seperti ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan FSH menjadi lebih permanen, yang bisa menimmbulkan suatu gejala bahwa menopause akan terjadi.

Gejala menopause wanita yang ditandai dengan gejala fisik biasanya adalah ditandai dengan rasa panas yang menyerang secara mendadak pada bagian tubuh atas, selain itu berkeringat di malam hari, menjadi susah tidur, iritasi yang terjadi pada kulit, gejala sakit gigi dan mulut, vagina kering, susah untuk bisa menahan buang air kecil, peningkatan pada berat badan. Dan disaat rasa panas datang menyerang, wajah dan leher biasanya akan menjadi berwarna merah, kadang juga akan menimbulkan suatu noda merah pada kulit dada, punggung dan juga lengan.

Keringat yang keluar dengan berlebihan dan terjadi di malam hari ini akan mengakibatkan suatu penurunan pada kadar estrogen di dalam pembuluh darah. Selain dari keadaan fisik yang muncul beberapa pada gejala psikologis yang biasanya sering terjadi pada menopause wanita. Keluhan tersebut salah satunya adalah depresi dan stres.

Gejala Menopause Wanita


=====================================

>>> Menoherbs Mengatasi Pra Menopause Dini, Menopause dan Post Monopause, Serta Menjaga Keindahan Tubuh Wanita, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Menopause Wanita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *