Menopause Wanita

Menopause adalah penghentian permanen menstruasi (haid) dari seorang wanita yang berarti pula akhir dari reproduktif. Perubahan endokrin, hormon yang terlibat selama bertahun-tahun dalam kehidupan wanita terutama disebabkan oleh kehilangan fungsi ovarium yang semakin meningkat.

Beberapa wanita mempunyai siklus menstruasi yang dapat diramalkan, tanpa penyulit sampai penghentian mendadak. Tetapi kebanyakan wanita yang mengalami siklus anovulasi yang ditandai oleh menstruasi yang tidak dapat diramalkan dengan perdarahan yang sedikt-sedikit atau perdarahan banyak yang berlangsung lama atau bisa juga keduanya.

Definisi Menopause Wanita

- Menopause didefinisikan oleh WHO sebagai penghentian menstruasi secara permanen akibat hilangnya aktivitas folikular ovarium. Setelah 12 bulan amenorea berturut-turut, periode menstruasi terakhir secara retrospektif ditetapkan sebagai saat menopause.

- Pascamenopause didefinisikan sebagai waktu semenjak periode menstruasi terakhir.

- Perimenopause (klimakterium) atau transisi menopause didefinisikan sebagai anteseden (pendahuluan) fisiologis yang berhubungan dnegan transisi dari fungsi folikular pramenopause ke pascamenopause dan terdiri dari periode waktu (2-8 tahun) sebelum menopause dan 1 tahun setelah menstruasi terakhir. Dengan demikian, tahun terkahir perimenopause bersamaan dengan tahun pertama pascamenopause.

Posted in Menopause Wanita | Tagged , , , , | Leave a comment

Gejala Menopause Pada Wanita

Menopause adalah masa atauu waktu dimana Anda sudah tidak bisa haid atau mengalami menstruasi lagi. Hal ini merupakan suatu hal yang alami karena faktor usia. Biasanya gejala yang muncul pada wanita yang akan menuju masa menopause adalah pda perubahan fisik dan juga perubahan psikologis. Pada perubahan fisik biasanya mereka akan mengalami berbagai gejala menopause pada wanita seperti hot flashes dari dalam rahim mereka, kemudian ditandai dengan berhentinya menstruasi karena hormon yang ada di dalam tubuh untuk memproduksi menstruasi atau haid sudah mati dan tidak berfungsi lagi, serta bisa juga mengalami masalah susah buang air besar atau konstipasi.

Gejala menopause pada wanita dalam bentuk perubahan fisik yang lainnya adalah sulit tidur, sakit kepala, berkeringat di malam hari, merasa tidak nyaman saat buang air kecil, dan tidak bisa menahan buang air kecil. Sedangkan gejala menopause pada wanita dalam bentuk psikologis biasanya ditandai dengan emosi labil, mudah marah, terseinggung, depresi, stress, dan sering lupa.

Terdapat cara yang bisa dilakukan untuk mencegah gejala menopause pada wanita. Caranya adalah dengan melakukan diet untuk mengatasi menopause. Menopause jug ditandai dengan kurangnya hormon estrogen yang diproduksi didalam tubuh bisa digantikan dengan beberapa makanan yang bisa menghasilkan dan menggantikan hormon estrogen tersebut. Mengonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah menopause ini. Karena terdapat suatu kesamaan antara hormon estrogen dengan fitoestrogen yang aktvitasnya sama dengan estrogen yang asli.

Zat ini bisa kita dapatkan di dalam kacang kedelai dan juga beberapa jenis dari olahan yang lainnya misalnya adalah tempe atau tahu, buah bengkuang, rumput laut, bawang putih, dan makanan lainnya. Zat fitoestrgen ini memang bisa membantu untuk menunda masa menopause datang. Dan beberapa wanita sudah banyak yang memulai diet menopause ini dengan mengonsumsi makanan  yang mengandung zat fitoestrogen. Zat ini juga bisa membantu mengatasi dan menghindari dair penyakit kanker payudara dan juga berbagai penyakit lainnya.

Posted in Menopause Wanita | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Masa Menopause

Seiring dengan beratmabahnya usia dengan hidup manusia sekarang ini, menopause juga menjadi masalah yang mendapat perhatian khusus wanita modern, karena dengan meningkatnya usia harapan hidup akan lebih banyak wanita yang berhasil melewati masa menopause, dalam fase kehidupannya. Masa menopause bukanlah merupakan peristiwa yang terjadi secara mendadak, melainakn suatu proses yang berlangsung lama, bahkan ada orang tertentu, dapat berlangsung selama 10 tahun. Jadi tanda-tanda menopause sebenarnya sudah dapat dirasakan oleh sebagian wanita sejak usia 40 tahunan. Proses masa mesntruasu benar-benar berhenti terjadi pada seorang wanita ketika memasuki rentang usia antara 48 tahun sampai dengan 52 tahun.

Untuk mengantisipasi proses alam diatas, banyak upaya yang dilakukan saat ini, salah satnya adalah dengan menghambat datangnya masa menopause secara dini. Hal tersebut dapat dilakukan sejak usia 40 tahun, antara lain dengan cara melakukan olahraga teratur, tidak merokok dan minum-minuman beralkohol, mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin, dan jika masih dirasa perlu, mengonsumsi vitamin tambahan , menguranhi konsumsi kopi dan minuman bersoda. Dari yang paling sering adalah lebih banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung fitoestrogen. Fitoestrogen adalah senyawa alamiah yang ada dalam tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan yang struktur kimianya mirip dengan hormon estrogen dan disinyalir akan menghasilkan efek seperti kerja estrogen. Kekurangan hormon estrogen yang biasanya terjadi pada wanita menopause, menimbulkan banyak keluhan baik pada emosinya maupun kesehatannya.

Susu kedelai adalah cairan berwarna putih seperti susu sapi yang dibuat dari kacang kedelai. Susu kedelai ini banyak digunakan untuk resep-resep masa menopause, karena banyak mengandung zat fitoestrogen. Membuat susu kedelai tidak sulit, tetapi jika memperhatikan tahap-tahap pembuatannya akan diperoleh hasil yang kurang maksimal. Misalnya cita rasanya menjadi langun atau menyengat dan lain sebagainya. Biasanya untuk mengurangi cita rasa dan aroma yang kurang sedap tersebut, Anda dapat memanipulasi dengan menambah cita rasa buah-buahan atau bahan lain yang dapat mendominasi, seperti daun pandan, atau rempah-rempahan lainnya.

Cara membuat susu kedelai adalah sebagai berikut :

  1. 500 gr kacang kedelai rendam selama 4-6 jam atau hingga mengembang dan lunak.
  2. Tiriskan, kemudian taruh  dalam baskom, siram dengan air mendidih dan diamkan kurang lebih 15 menit, buang airnya. Proses inilah yang dapat mengurangi bau khas yang sering keluar. Buang kulit ari, dan haluskan dalam blender.
  3. Kemudian tambahkan 2,5 liter air panas dinginkan dan kemudian saring dengan kain penyaring atau diperas dengan menggunakan kain bersih (dengan menggunakan cara ini, rendaman susu kedelai akan larut secara maksimal). Proses terakhir susu hasil perasan dijerang diatas api kecil sambil diaduk-aduk usahakan jangan sampai mendidih, cukup mengeluarkan asap tipis.
  4. Tuangan ke dalam wadah penyimpan dalam keadaan panas. Dinginkan sampai cukup dingin dan simpan dalam lemari es.
Posted in Menopause Wanita | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Masa Menopause Wanita

Berhentinya siklus menstruasi secara fisiologis berkaitan dengan tingkat lanjut usia seorang wanita yang sering disebut dengan masa menopause wanita. Ketika berusia 40 tahun wanita telah mengalami perubahan dalam kepadatan tulang, siklus menstruasi mulai tidak teratur, waktu menstruasi lebih sebentar dari waktu biasanya serta menstruasinya sangat sedikit. Biasnaya 2-8 tahun sebelum menopause, sebagian besar wanita mulai tidak tentu maa ovulasinya. Folikel indung telur (berfungsi mematangkan telur setiap bulan) akan mengalami kerusakan sehingga pasokan folikel akan habis. Zat yang dihasilkan dalam indung telur akan semakin berkurang dan akan meningkatkan kadar Follicle Stimulatting Hormone (Hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise). Sebelum terjadi menopause seorang wanita mengeluarkan estrogen utama yang disebut dengan estradiol dan selama pra-menopause tubuh wanita akan menghasilkan estrogen yang dihasilkan dalam indung telur dan dalam lemak tubuh yang disebut estron.

Gejala masa menopause wanita adalah :

  1. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang kelebihan (hot flashes) biasanya akan terjadi selama 1 tahun atau lebih.
  2. Vagina menjadi kering karena penipisan jaingan pada dinding vagina
  3. Gejala psikis dan emosional seperti mudah lelah, mudah tersinggung, susah tidur, dan gelisah yang disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen.
  4. Sering berkeringat pada malam hari yang menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung.
  5. Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar)
  6. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser)
  7. Peradangan kandung kemih atau vagina
  8. Osteoporosis (pengeroposan tulang).

Secara garis besar kebutuhan masa menopause wanita dapat disarankan disamakan dengan kebutuhan wanita dewasa, akan tetapi jika difokuskan, kebutuhan zat gizi pada masa menopause adalah mengatur aspan vitamin A, C, B, D, dan E. Di samping itu juga menjaga keseimbangan metabolisme kalsium dan mineral lain, serta banyak mengonsumsi zat pengganti estrogen yang lebih dikenal dengan zat fitoestrogen. Vitamin A, seperti diketahui sangat baik untuk membantu pertumbuhan, kesehatan kulit dan mata. Vitamin B kompleks untuk mencegah rasa lelah dan menjaga stabilitas emosi, vitamin C berguna untuk mencegah terjadinya osteoporosis, sedangkan vitamin E untuk membantu mengurangi gejala panas serta keluhan psikologis.

Mineral yang penting dan mutlak diperlukan pada masa menopause adalah kalsium. Diperlukan paling tidak 1.000-1.500 miligram kalsium setiap hari. Jika tidak osteoporosis bukan tidak mungkin akan terjadi, yaitu penyusutan tulang, mudah patah dan lain sebagainya. Secara lengkap kecukupan zat gizi yang diperlukan masa menopause wanita per har adalah sebagia berikut : protein 50 gram dapat diperoleh dari susu, daging, ikan, telur, keju, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.

Posted in Menopause Wanita | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Menopause Wanita

Sejalan dengan pertambahan usia, ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan oleh LH dan FSH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa. Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron dan pada akhirnya proses ovulasi (pelepasan sel telur) berhenti. Menopause dini adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Kemungkinan penyebabnya adalah faktor keturunan, penyakit autoimun dan rokok.

Menopause buatan terjadi akibat campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium. Campur tangan ini bisa berupa pembedahan untuk mengangkat ovarium atau untuk mengurangi aliran darah ke ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran pada panggul untuk mengobati kanker. histerektomi (pengangkatan rahim) menyebabkan berakhirya siklus menstruai, tetapi selama ovarium tetap ada hal tersebut tidak akan mempengaruhi kadar hormon dan tidak menyebabkan menopause.

Wanita pasca menopause yang mengonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki risiko menderita kanker endometrium. Resiko ini berhubungan dengan dosis dan lamanya pemakaian estrogen. Jiak terjadi perdarahan abnormal dari vagina, dilakukan biopsi lapisan rahim. Mengonsumsi progesteron bersamaan dengan estrogen dapat mengurangi risiko terjadiya kanker endometrium.

Biasanya terapi sulih hormn estrogen tidak dilakukan pada wanita yang menderita atau pernah menderita kanker payudara atau kanker endometrium stadium lanjut, pendarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti, penyakit hati akut, penyakit pembekuan darah porfiriaintermiten akut. Kepada wanita tersebut biasanya diberikan obat anti cemas, progesteron atau klonidin untuk mengurangi hot flashes. Unuk mengurangi depresi, kecemasan, mudah tersinggung dan susah tidur bisa diberikan anti depresi.

Posted in Menopause Wanita | Tagged , , , , | Leave a comment

Proses Terjadinya Menopause

Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sams sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.

Ketika menopause, sudah mendekat bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia 40, beberapa hormon yang dikaitkan dengan pra menopause mulai terjadi. Penelitian membuktikan, misalnya bahwa pada usia 40 banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia 40 banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih sebentar waktunya dibanding biasanya atau malah lebih banyak dan atau lebih lama.

Sekitar 80% wanita mulai melompat-lompat menstruasinya. Hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus menstruasi yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebih dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi tau perawatan medis, para menopause dapa dianggap sebgai akhir dari suat proses yang awalnya dimulai ketiak seorang wantia pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur, puncaknya berlangsung selam kira-kira dua puluh tahun.

Pada usia 40, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa 28 hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4 % wanita benar-benar mempunyai siklus 28 hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.

2-28 tahun sebelum menopause kebanyakan wantia mulai melompat-lompat ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur) yang mematangkan telur setiap bulan akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia 37-38.

Kadar testosteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra menopause. Kenyataannya, indung telur pasca menopause dari kebanyakan wanita (tetapu tidak semua wanita) mengeluarkan testosteron lebih banyak daripada indung telur pra menopause. Sebaliknya kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pra menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testosteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.

Posted in Menopause Wanita | Tagged , , , , | Leave a comment

Menopause Pada Wanita

Menopause adalah peristiwa berhentinya masa menstruasi seorang wanita. Hal tersebut merupakan kejadian yang paling umum dalam siklus hidup wanita yang ditandai dengan kemampuan untuk melahirkan anak sudah lewat.

Biasanya rata-rata umur menopase adalah ketika wanita berumur sekitar 52 tahun dengan rata-rata harapan hidup wanita sekitar 78 tahun. Akan tetapi ada beberapa orang yang berhenti haid pada usia akhir 30-an atau awal 40-an. Peristiwa ini seringklai terjadi secara perlahan, tetapi ada juga yang terjadi sekaligus. Bahkan menopause dapat terjadi secara dini atau prematur yang disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah karena operasi pengangkatan indung telur. Dengan demikian dia tidak mengalami masa primenopasue.

Menopause dini dapat juga disebabkan oleh stres yang berlebihan, mengalami peristiwa kemoterapi, perasaan sedih yang mendalam, anemia, atau melakukan olahraga yang berlebihan.

Proses tersebut di mulai dengan perlambatan fungsi indung telur, kemudian diikuti dengan perubahan-perubahan fisik, emosi, dan hormon. Kejadian yang paling signifikan dalam masa tersebut adalah perubahan keseimbangan hormon terjadi dengan pengurangan jumlah estrogen yang diproduksi indung telur. Akhirnya, ada tingkat produksi estrogen berkurang dengan drastis sehingga menstruasi tidak teratur dan akhirnya berhenti. Pada saat itu pula tingkat produksi progesteron juga menuun. Hormon-homron itulah yang sangat berpengaruh dan mengatur beberapa fungsi fisik dan emosi.

Posted in Menopause Wanita | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Menopause Wanita

Ciri-ciri yang menandakan menopause adalah berhentinya menstruasi. Akan tetapi, seperti yang telah kita ketahui, sangat sulit menentukan apakah Anda telah mengalami menstruasi terkahir saat terjdinya ketidakteraturan menstruasi yang menunjukkan bahwa Anda mendekati menopause. Alasan lain yang patut Anda curigai bahwa Anda telah berada pada masa menopause adalah jika Anda mengalami gejala menopause. Hanya kira-kira tiga perempat dari wanita yang berada pada masa menopause mengalami gejala menopause. Gejala-gejala yang umum terjadi adalah sebagai berikut :

a. Gejala-gejala fisik :

- Hot flushes/rasa panas (pada wajah, leher dan dada yang berlangsung selama beberapa menit. Anda bisa juga merasa pusing, lemah atau sakit).

- Rasa panas

- Berkeringat di malam hari

- Detak jantung yang berdebar-debar dan mengencang

- Susah tidur

- Sakit kepala

- Keinginan buang air kecil menjadi lebih sering

- Perasaan tidak nyaman ketika buang air kecil

- Ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air kecil (inkontinensia).

b. Gejala-gejala psikologis :

- Mudah tersinggung
- Depresi
- Cemas
- Suasana hati/mood tidak menentu
- Sering lupa atau mudah lupa
- Susah berkonsentarasi
- Sebagian orang ada yang mengalami penurunan pada fungsi penglihatan

c. Gejala-gejala seksual :

- Kekeringan vagina, mengakibatkan rasa tidak nyaman selama berhubungan seksual.

- Menurunnya libido atau gairah seksual

Meskipun gejala-gejala tersebut akan menolong Anda dan dokter mengindentifikasi ketika Anda mendekati menopause, gejala-gejala tersebut juga dapat menjadi gejala kondisi lain dan secara khusus tidak bermanfaat untuk menentukan dengan tepat kapan menopause terjadi. Anda bisa saja mengalami gejala-gejala yang terjasi sebentar-sebentar, selama beberapa tahun baik sebelum dan sesudah menstruasi Anda yang terakhir.

Posted in Menopause Wanita | Tagged , , , , | Leave a comment

Masa Menopause Wanita

Wanita di Amerika Serikat sekarang dapat berharap untuk menghabiskan sepertiga waktu hidupnya dalam keadaan menopause. Rata-rata usia menopause adalah antara 48 dan 52 tahun (paling sering usia 51 tahun), tetapi setiap saat antara usia 40-60 tahun adalah normal.

Faktor yang berhubungan dengan menopause dini meliputi merokok (rata-rata 1-2 tahun lebih muda), siklus menstruasi yang lebih pendek dari 26 hari, pembedahan ginekologis (tanpa ooferktomi) dan kemoterapi kanker atau radioterapi (kegagalan ovarium terjadi pada 40-85%, terutama bila usia lebih dari 40 tahun selama penanganan). Meskipun merupakan proses penuaan alamiah, 90% wanita yang mengalami gejala dan jelas berdampak pada kesehatan, seperti :

- Tipe dan banyaknya gejala klimakterium berhubungan dengan ras, etnis, edukasi, stresor kehidupan yang dialami dan jumlahnya olahraga serta keterkaitan pada waktu luang.

- Awitan gejala sering terjadi selama perimenopause sebelum menstruasi berhenti.

Patofisiologi

a. Transisi ke menopause terjadi karena interaksi kejadian di sistem saraf pusat, endokrin, dan kejadian di ovarium mengakibatkan peningkatan kecepatan kehilnagn folikel ovarium yang menghasilkan siklus reproduksi takteratur. Walaupun tidak adanya pelepasan estrogen merupakan inti gejala klimakterium, beberapa penemuan menunjukkan bahwa sebenarnya terdapat interkasi kejadian yang lebih kompleks.

- FSH mulai meningkat secara intermiten dan tidak dapat diramalkan sejak usia 40 tahun, bahkan apabila kadar estradiol dan progesteron masih normal dan siklus menstruasi teratur.

- Perasaan kepanasan dan gangguan tidur (terasa lebih berhubungan langsung dengandisfungsi hipotalamus daripada defisiensi estrogen murni) dapat terjadi sejak usia 40 tahun, meskipun estradiol dan siklus menstruasi masih normal.

- Desinkronisasi signal neuron dengan perubahan irama kadar hormon harian dan bulanan telah diketahui sebelum terjadinya disfungsi ovarium primer yang bisa terukur.

Kesimpulan yang didapat adalah saat anda berada pada masa menjelang menopause, FSH dan LH terus diproduksi oleh kelenjar hipofisis secara normal. Akan tetapi, karena ovarium semakin tua, maka kedua ovarium kita tidak dapat merespon FSH dan LH sebagaimanan seharusnya, akibatnya estrogen dan progesteron yang diporuksi juga semakin berkurang. Menopause terjadi ketika kedua ovarium tidak lagi dapat menghasilkan hormon-hormon tersebut dalam jumlah yang cukup untuk bisa mempertahankan siklus menstruasi.

 

Posted in Menopause Wanita | Tagged , , , , , | Leave a comment