Menopause Wanita

Menopause wanita adalah penghentian permanen menstruasi (haid) dari seorang wanita yang berarti pula akhir dari reproduktif. Perubahan endokrin, hormon yang terlibat selama bertahun-tahun dalam kehidupan wanita terutama disebabkan oleh kehilangan fungsi ovarium yang semakin meningkat.

Beberapa wanita mempunyai siklus menstruasi yang dapat diramalkan, tanpa penyulit sampai penghentian mendadak. Tetapi kebanyakan wanita yang mengalami siklus anovulasi yang ditandai oleh menstruasi yang tidak dapat diramalkan dengan perdarahan yang sedikt-sedikit atau perdarahan banyak yang berlangsung lama atau bisa juga keduanya.

Menopause Wanita

Menopause Wanita

Definisi Menopause Wanita

  • Menopause didefinisikan oleh WHO sebagai penghentian menstruasi secara permanen akibat hilangnya aktivitas folikular ovarium. Setelah 12 bulan amenorea berturut-turut, periode menstruasi terakhir secara retrospektif ditetapkan sebagai saat menopause.
  • Pascamenopause didefinisikan sebagai waktu semenjak periode menstruasi terakhir.
  • Perimenopause (klimakterium) atau transisi menopause didefinisikan sebagai anteseden (pendahuluan) fisiologis yang berhubungan dnegan transisi dari fungsi folikular pramenopause ke pascamenopause dan terdiri dari periode waktu (2-8 tahun) sebelum menopause dan 1 tahun setelah menstruasi terakhir. Dengan demikian, tahun terkahir perimenopause bersamaan dengan tahun pertama pascamenopause.

Yang harus diketahui dari menopause wanita adalah bahwa menopause merupakan suatu hal yang alami terjadi dan harus dilalui oleh wanita. Dan dengan lebih mudahnya adalah menopause wanita merupakan suatu proses dimana pada tahapan fisiologis seorang wanita sudah tidak bisa lagi menstruasi. Karena pada saat menopause terjadi maka terjadinya produksi hormon estrogen yang menurun sebagai salah satu akibat dari folikel atau sel teur yang habis di dalam indung telur atau ovarium. Penurunan dari hormon estrigen ini yang kemudian memunculkan berbagai gejala dan tanda masa menopause datang.

Menopause wanita umur umumnya terjadi di usia 45-65 tahun. Sedangkan pada menopause dini wanita biasanya terjadi di bawah usia menopause pada umumnya akibat beberapa faktor penyebab menopause wanita. Menopause wanita bisa diakibatkan karena beberapa hal, salah satu penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa wanita dengan berat badan berlebih dan pecandu rokok akan mempunyai resiko lebih besar mengalami gejala menopause yang membuatnya menjadi tidak nyaman. Selain itu, merokok juga bisa mempercepat proses terjadinya menopause datang lebih cepat.

Proses terjadinya menopause wanita adalah pada akhir usia 30 tahun maka biasnaya jummlah progesteron yang dihasilkan oleh tubuh akan mengalami pengurangan secara bertahap, dan sel telur yang ada di dalam indung telur akan mengalami penurunan dan mempunyai peluang kecil untuk bisa dibuahi lagi. Akhirnya, proses terjadinya menstruasi ditandai dengan siklus haid yang berhenti dan Anda sudah tidak bisa lagi hamil karena proses ini biasanya membutuhkan waktu yang lama selama bertahun-tahun. Menopause terbagi menjadi dua tahapan yakni adalah tahap perimenopause yang bisanya berlangsung sekitar 5 tahun atau lebih lama lagi, saat Anda sudah mulai merasakan gejala menopause dan tanda-tanda menopause, walaupun Anda masih bisa berovlasi, dan pada pasca menopause biasnaya terjadi setelah 12 bulan berlalu tanpa ada siklus haid lagi.

Cara yang dilakukan untuk mengatasi menopause wanita dengan gejala yang berat salah satunya adalah dengan melakukan terapi sulih hormon atau terapi pengganti hormon. Terapi pengganti hormon merupakan salah satu langkah untuk meringankan dan mengurangi gejala dari menopause yang paling berat dan terkenal. Pada terapi pengganti hormon ini, maka wanita pasca menopause biasanya diberikan hormon estrogen pengganti saja atau bisa juga dikombinasikan dengan estrogen dan progesteron untuk membantu mengganti hormon di dalam tubuh yang sudah tidak bisa diproduksi. Salah satu penelitian menujukkan bahwa terapi pengganti hormon ini maka akan memberikan suatu perlindungan dari resiko atau peluang terjadinya penyakit jantung.

Yang paling penting adalah cara pemilihan waktu yang tepat. Jika terapi pengganti hormon ini diberikan pada awal menopause, maka kandungan estrogen yang ada di dalamnya akan membantu mencegah dari terjadinnya proses pembentukan plak pada pembuluh darah atau aterosklerosis. Dan sebaliknya adalah jika terlambat, maka plak yang sudah terbentuk tadi akan pecah dan bisa menyebabkan terjadinnya penyumbatan pada pembuluh darah dan beresiko mengalami serangan jantung.

Cara mengatasi menopause wanita secara alami dengan cara mengonsumsi jenis makanan black cosh, vitamin E, kaya akan phytoesterogen yang berasal dari tumbuhan misalnya seperti kedelai dengan melakukan aktivitas seperti hormon estrigen di dalam tubuh. Selain dengan mengonsumsi jenis makanan tersebut, cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala menopause wanita adalah dengan melakukan teknik akupuntur. Teknik akupuntur bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Salah satu studi yang terbaru dilakukan menunjukkan bahwa group wanita yang mengalami terapi akupuntur akan merasakan gejala hot flashes yang tidak terlalu berat sebelum mendapatkan terapi akupuntur ini. Karena dengan berkurangnya gejala hot flashes, maka keluhan susah tidur juga bisa teratasi.

Menopause Wanita

Posted in Menopause Wanita | 1 Comment

Gejala Menopause Pada Wanita

Gejala Menopause Pada Wanita – Menopause adalah masa atauu waktu dimana Anda sudah tidak bisa haid atau mengalami menstruasi lagi. Hal ini merupakan suatu hal yang alami karena faktor usia. Biasanya gejala yang muncul pada wanita yang akan menuju masa menopause adalah pda perubahan fisik dan juga perubahan psikologis. Pada perubahan fisik biasanya mereka akan mengalami berbagai gejala menopause pada wanita seperti hot flashes dari dalam rahim mereka, kemudian ditandai dengan berhentinya menstruasi karena hormon yang ada di dalam tubuh untuk memproduksi menstruasi atau haid sudah mati dan tidak berfungsi lagi, serta bisa juga mengalami masalah susah buang air besar atau konstipasi.

Gejala Menopause Pada Wanita

Gejala Menopause Pada Wanita

Gejala menopause pada wanita dalam bentuk perubahan fisik yang lainnya adalah sulit tidur, sakit kepala, berkeringat di malam hari, merasa tidak nyaman saat buang air kecil, dan tidak bisa menahan buang air kecil. Sedangkan gejala menopause pada wanita dalam bentuk psikologis biasanya ditandai dengan emosi labil, mudah marah, terseinggung, depresi, stress, dan sering lupa.

Terdapat cara yang bisa dilakukan untuk mencegah gejala menopause pada wanita. Caranya adalah dengan melakukan diet untuk mengatasi menopause. Menopause jug ditandai dengan kurangnya hormon estrogen yang diproduksi didalam tubuh bisa digantikan dengan beberapa makanan yang bisa menghasilkan dan menggantikan hormon estrogen tersebut. Mengonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah menopause ini. Karena terdapat suatu kesamaan antara hormon estrogen dengan fitoestrogen yang aktvitasnya sama dengan estrogen yang asli.

Zat ini bisa kita dapatkan di dalam kacang kedelai dan juga beberapa jenis dari olahan yang lainnya misalnya adalah tempe atau tahu, buah bengkuang, rumput laut, bawang putih, dan makanan lainnya. Zat fitoestrgen ini memang bisa membantu untuk menunda masa menopause datang. Dan beberapa wanita sudah banyak yang memulai diet menopause ini dengan mengonsumsi makanan  yang mengandung zat fitoestrogen. Zat ini juga bisa membantu mengatasi dan menghindari dair penyakit kanker payudara dan juga berbagai penyakit lainnya.

Pengelolaan pada menopause wanita saat ini mempunyai beberapa banyak pilihan, yakni adalah dengan melakukan tanpa terapi, terapi sulih hormon, HT, terapi alternatif dan memperbaiki gaya hidup. Pengelolaan menopause wanita tanpa melakukan terapi biasanya dipilih oleh wanita yang mempunyai gejala menopause yang tidak terlalu berat, dan mereka mengganggap menopause sebagai salah satu proses penuaan yang alami dan normal terjadi, jadi mereka lebih siap dan tidak membutuhkan obat-obatan, karena mereka merasa takut akan resiko dari peemakaian obat-obatan. Resiko yang dialami dari pengelolaan menopause wanita tanpa operasi biasanya adalah resiko peningkatan pada terjadinya osteoporosis, sehingga akan meningkatkan resiko dari terjadinya patah tulang, dan tidak bisa terbebas dari gejala menopause pada wanita, resiko mengalami kanker usus besar, resiko mengalami kanker payudara, hiperplasia dan CVD yang mengalami penurunan.

Selain itu, pengelolaan gejala menopause pada wanita dengan menggunakan terapi medikamentosa atau hormon yakni adalah dengan menggunakan ERT atau Estrogen replacement therapy, antara lain adalah Ce atau conjugated estrogen, SCE atau synthetic conjugated estrogen. Dan juga bisa berupa penggunaan estrogen peroral. Masih banyak lagi yang dilakukan pada pengelolaan menopause menggunakan terapi medikamentosa.

Pengelolaan gejala menopause wanita dengan memperbaiki gaya hidup adalah dengan melakukan olahraga sebanyak 3-4 kali dalam seminggu. Selain itu, perlunya menjaga berat badan agar tidak berlebihan, sebaiknya jangan merokok, dan melakukan diet yang seimbang, mengonsumsi suplemen atau vitamin, glukosamin dan kurangi tekanan stres pada diri Anda.

Selain itu, pemeriksaan yang rutin di lakukan ke dokter akan membantu memudahkan Anda untuk mendeteksi secara dini mengenai masalah fisik atau juga mengenai psikologis pada masa perimenopause Anda. Pemeriksaan menopause wanita adalah :

  1. Pemeriksaan pap smear yang harus dilakukan 2 tahun sekali untuk membantu mendeteksi terjadinya kanker leher rahim atau kanker serviks sampai wanita berusia sekitar 70 tahun atau juga sampai dokter menganjurkan untuk berhenti.
  2. Wanita yang berusia diatas 50 tahun yang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammogram setiap 2 tahun sekali. Untuk mereka yang mempunyai resiko terkena penyakit kanker payudara dianjurkan dilakukan 1 tahun sekali.
  3. Bone densitometry dilakukan 2-5 tahun sekali untuk membantu menilai dari terjadinya resiko penyakit osteoporosis yang paling utama beresiko terjadi pada wanita.

Pengobatan yang paling baik dari mengatasi gejala menopause adalah dengan melakukan pencegahan. Olahraga secara teratur dan memperbaiki gaya hidup dan menerapkan pola hidup yang sehat merupakan salah satu manajemen yang paling penting dari masa menopause wanita. Dan terapi yang dilakukan untuk menopause adalah hanya diperuntukkan bagi mereka yang mengalami suatu gejala menopause parah. Jika terapi ini akan dimulai maka sebaiknya penyuluhan tentang terapi baik yang bermanfaat ataupun mempunyai suatu resiko bisa dijelaskan.

Gejala Menopause Pada Wanita

Posted in Menopause Wanita | Leave a comment

Masa Menopause

Masa Menopause – Seiring dengan beratmabahnya usia dengan hidup manusia sekarang ini, menopause juga menjadi masalah yang mendapat perhatian khusus wanita modern, karena dengan meningkatnya usia harapan hidup akan lebih banyak wanita yang berhasil melewati masa menopause, dalam fase kehidupannya. Masa menopause bukanlah merupakan peristiwa yang terjadi secara mendadak, melainakn suatu proses yang berlangsung lama, bahkan ada orang tertentu, dapat berlangsung selama 10 tahun. Jadi tanda-tanda menopause sebenarnya sudah dapat dirasakan oleh sebagian wanita sejak usia 40 tahunan. Proses masa mesntruasu benar-benar berhenti terjadi pada seorang wanita ketika memasuki rentang usia antara 48 tahun sampai dengan 52 tahun.

Masa Menopause

Masa Menopause

Untuk mengantisipasi proses menopause wanita diatas, banyak upaya yang dilakukan saat ini, salah satnya adalah dengan menghambat datangnya masa menopause secara dini. Hal tersebut dapat dilakukan sejak usia 40 tahun, antara lain dengan cara melakukan olahraga teratur, tidak merokok dan minum-minuman beralkohol, mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin, dan jika masih dirasa perlu, mengonsumsi vitamin tambahan , menguranhi konsumsi kopi dan minuman bersoda. Dari yang paling sering adalah lebih banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung fitoestrogen. Fitoestrogen adalah senyawa alamiah yang ada dalam tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan yang struktur kimianya mirip dengan hormon estrogen dan disinyalir akan menghasilkan efek seperti kerja estrogen. Kekurangan hormon estrogen yang biasanya terjadi pada wanita menopause, menimbulkan banyak keluhan baik pada emosinya maupun kesehatannya.

Susu kedelai adalah cairan berwarna putih seperti susu sapi yang dibuat dari kacang kedelai. Susu kedelai ini banyak digunakan untuk resep-resep masa menopause, karena banyak mengandung zat fitoestrogen. Membuat susu kedelai tidak sulit, tetapi jika memperhatikan tahap-tahap pembuatannya akan diperoleh hasil yang kurang maksimal. Misalnya cita rasanya menjadi langun atau menyengat dan lain sebagainya. Biasanya untuk mengurangi cita rasa dan aroma yang kurang sedap tersebut, Anda dapat memanipulasi dengan menambah cita rasa buah-buahan atau bahan lain yang dapat mendominasi, seperti daun pandan, atau rempah-rempahan lainnya.

Cara membuat susu kedelai adalah sebagai berikut :

  1. 500 gr kacang kedelai rendam selama 4-6 jam atau hingga mengembang dan lunak.
  2. Tiriskan, kemudian taruh  dalam baskom, siram dengan air mendidih dan diamkan kurang lebih 15 menit, buang airnya. Proses inilah yang dapat mengurangi bau khas yang sering keluar. Buang kulit ari, dan haluskan dalam blender.
  3. Kemudian tambahkan 2,5 liter air panas dinginkan dan kemudian saring dengan kain penyaring atau diperas dengan menggunakan kain bersih (dengan menggunakan cara ini, rendaman susu kedelai akan larut secara maksimal). Proses terakhir susu hasil perasan dijerang diatas api kecil sambil diaduk-aduk usahakan jangan sampai mendidih, cukup mengeluarkan asap tipis.
  4. Tuangan ke dalam wadah penyimpan dalam keadaan panas. Dinginkan sampai cukup dingin dan simpan dalam lemari es.

Masa menopause wanita merupakan masa terakhir dimana terjadinya haid atau menstruasi terakhir yang dialami oleh wanita. Diagnosis yang dilakukan dari masa menopause wanita biasanya dibuat atau ditegakkan jika sudah didapatkan gejala bahwa mentsruasi berhenti selama 1 tahun. Dan biasanya berhenti haid atau menstruasi diawali dengan siklus haid yang terjadi lebih panjang atau lebih pendek dan juga darah yang banyak atau cenderung sedikit.

Proses masa menopause pada wanita ditandai dengan penyebab menopause yakni penyebab alami, tindakan operasi dan juga kelainan bawaan yang terjadi. Dan penyebab masa menopause terjadi secara alami adalah karena fungsi dari ovarium yang mengalami penurunan akibat dari produksi hormon estrogen yang sudah habis dan hal ini biasanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut. Masa menopause pada wanita bisa disebabkan karena tindakan operasi yang terjadi akibat dari pengangkatan keua indung telur yang disebabkan oleh adanya penyakit di dalam rahim. Dan gejala menopause akibat dari kelainan bawaan adalah karena terjadinya fungsi ovarium yang mengalami kegagalan.

Masa menopause bagi wanita biasanya akan memunculkan suatu keadaan depresi dan juga keluhan psikologis yang biasanya sering muncul pada masa menopause pertama. Selain itu adanya perasaan lekas marah, mudah tersinggung, gelisah dan juga gangguan pada konsentrasi dan gangguan pada libido. Keluhan dari kejiwaan ini biasanya jika tidak diantisipasi dengan baik oleh wanita akan membuat keadaan menjadi semakin parah dan pada perempuan menopause. Keluhan masa menopause wanita yang terjadi adalah rasa kering pada vagina, sakit saat melakukan hubungan seksual, keputihan, dan juga rasa gatal dibagian vagina, pendarahan yang terjadi saat melakukan hubungan seksual. Atau bisa juga adanya keluhan rahim yang turun, tidak dapat menahan buang air kecil atau malah ngompol.

Itulah informasi mengenai masa menopause wanita, semoga bermanfaat untuk Anda semua.

Masa Menopause

 

Posted in Menopause Wanita | Leave a comment

Masa Menopause Wanita

Masa Menopause Wanita – Berhentinya siklus menstruasi secara fisiologis berkaitan dengan tingkat lanjut usia seorang wanita yang sering disebut dengan masa menopause wanita. Ketika berusia 40 tahun wanita telah mengalami perubahan dalam kepadatan tulang, siklus menstruasi mulai tidak teratur, waktu menstruasi lebih sebentar dari waktu biasanya serta menstruasinya sangat sedikit. Biasnaya 2-8 tahun sebelum menopause, sebagian besar wanita mulai tidak tentu maa ovulasinya. Folikel indung telur (berfungsi mematangkan telur setiap bulan) akan mengalami kerusakan sehingga pasokan folikel akan habis. Zat yang dihasilkan dalam indung telur akan semakin berkurang dan akan meningkatkan kadar Follicle Stimulatting Hormone (Hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise). Sebelum terjadi menopause seorang wanita mengeluarkan estrogen utama yang disebut dengan estradiol dan selama pra-menopause tubuh wanita akan menghasilkan estrogen yang dihasilkan dalam indung telur dan dalam lemak tubuh yang disebut estrogen.

Masa Menopause Wanita

Masa Menopause Wanita

Gejala masa menopause wanita adalah :

  1. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang kelebihan (hot flashes) biasanya akan terjadi selama 1 tahun atau lebih.
  2. Vagina menjadi kering karena penipisan jaingan pada dinding vagina
  3. Gejala psikis dan emosional seperti mudah lelah, mudah tersinggung, susah tidur, dan gelisah yang disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen.
  4. Sering berkeringat pada malam hari yang menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung.
  5. Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar)
  6. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser)
  7. Peradangan kandung kemih atau vagina
  8. Osteoporosis (pengeroposan tulang).

Secara garis besar kebutuhan masa menopause wanita dapat disarankan disamakan dengan kebutuhan wanita dewasa, akan tetapi jika difokuskan, kebutuhan zat gizi pada masa menopause adalah mengatur aspan vitamin A, C, B, D, dan E. Di samping itu juga menjaga keseimbangan metabolisme kalsium dan mineral lain, serta banyak mengonsumsi zat pengganti estrogen yang lebih dikenal dengan zat fitoestrogen. Vitamin A, seperti diketahui sangat baik untuk membantu pertumbuhan, kesehatan kulit dan mata. Vitamin B kompleks untuk mencegah rasa lelah dan menjaga stabilitas emosi, vitamin C berguna untuk mencegah terjadinya osteoporosis, sedangkan vitamin E untuk membantu mengurangi gejala panas serta keluhan psikologis.

Mineral yang penting dan mutlak diperlukan pada masa menopause adalah kalsium. Diperlukan paling tidak 1.000-1.500 miligram kalsium setiap hari. Jika tidak osteoporosis bukan tidak mungkin akan terjadi, yaitu penyusutan tulang, mudah patah dan lain sebagainya. Secara lengkap kecukupan zat gizi yang diperlukan masa menopause wanita per har adalah sebagia berikut : protein 50 gram dapat diperoleh dari susu, daging, ikan, telur, keju, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.

Gejala masa menopause wanita untuk jangka waktu panjang biasnaya terjadi selama kurang lebih 5-10 tahun. Dan keluhan ini bisa terjadi salah satunya adalah keluhan osteoporosis atau keluhan pengeroposan tulang, demensia atua pikun dan terjadinya serangan penyakit jantung. Penyakit osteoporosis merupakan salah satu gejala menopause jangka panjang yang mulai harus di deteksi sejak dini dan harus dicegah. Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang bisa membuat tulang menjadi rapuh dan bisa dengan mudah patah. Selain itu, keluhan dari osteroporosis bisa sangat bervariasi, bisa terjadi tanpa adanya suatu keluhan, dan bisa terasa sangat nyeri atau terjadi dengan mendadak. Perlu hati-hati untuk kasus pengeroposan tulang yang terjadi karena akan menyebabkan terjadinya kualitas hidup yang menurun dan hal ini bisa menjadi sangat fatal.

Cara mengatasi gejala masa menopause wanita adalah dengan melakukan penanganan secara komprehensif atau penangan terpadu. Caranya adalah dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu yang bisa dilakukan. Dan penanganan ini dibagi menjadi tiga jenis yakni adalah :

  1. Informasi yang jelas dan terpadu pada masyarakay mengenai menopause, hal ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat mengenai masa menopause wanita terjadi secara alami dan merupakan salah satu bentuk perjalanan pada wanita.
  2. Menerapkan pola hidup yang sehat, dan mencari suatu kesibukan yang sifatnya positif dan bisa juga berupa mengembangkan hobi, melakukan organisasi yang aktif, melakukan olahraga dengan teratur dan juga mendalami ilmu agama serta lainnya.
  3. Menggunakan terapi sulih hormon untuk mengurangi gejala menopause yang terjadi.

Dalam menangani masa menopause pada wanita menggunakan terapi sulih hormon adalah dengan melakukan pengobatan pengganti hormon estrogen yang turun tadi. Dan secara logika sangat rasional karena penggantian ini akan membuat hormon estrogen jumlahnya kembali cukup dan bisa membantu mengurangi gejala menopause. Namun Anda harus ingat bahwa penggunaan dari terapi sulih hormon ini harus dilakukan dengan hati-hati, karena resiko serta efek sampingnya yang bisa menjadi sangat berbahaya untuk wanita. Terapi sulih hormon harus dilakukan sesuai dengan pengawasan oleh dokter.

Masa Menopause Wanita

Posted in Menopause Wanita | Leave a comment

Penyebab Menopause Wanita

Penyebab Menopause Wanita – Sejalan dengan pertambahan usia, ovarium menjadi kurang tanggap terhadap rangsangan oleh LH dan FSH yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa. Akibatnya ovarium melepaskan lebih sedikit estrogen dan progesteron dan pada akhirnya proses ovulasi (pelepasan sel telur) berhenti. Menopause dini adalah menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Kemungkinan penyebabnya adalah faktor keturunan, penyakit autoimun dan rokok.

Penyebab Menopause Wanita

Penyebab Menopause Wanita

Penyebab Menopause Wanita buatan terjadi akibat campur tangan medis yang menyebabkan berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium. Campur tangan ini bisa berupa pembedahan untuk mengangkat ovarium atau untuk mengurangi aliran darah ke ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran pada panggul untuk mengobati kanker. histerektomi (pengangkatan rahim) menyebabkan berakhirya siklus menstruai, tetapi selama ovarium tetap ada hal tersebut tidak akan mempengaruhi kadar hormon dan tidak menyebabkan menopause.

Wanita pasca menopause yang mengonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki risiko menderita kanker endometrium. Resiko ini berhubungan dengan dosis dan lamanya pemakaian estrogen. Jiak terjadi perdarahan abnormal dari vagina, dilakukan biopsi lapisan rahim. Mengonsumsi progesteron bersamaan dengan estrogen dapat mengurangi risiko terjadiya kanker endometrium.

Biasanya terapi sulih hormon estrogen tidak dilakukan pada wanita yang menderita atau pernah menderita kanker payudara atau kanker endometrium stadium lanjut, pendarahan kelamin dengan penyebab yang tidak pasti, penyakit hati akut, penyakit pembekuan darah porfiriaintermiten akut. Kepada wanita tersebut biasanya diberikan obat anti cemas, progesteron atau klonidin untuk mengurangi hot flashes. Unuk mengurangi depresi, kecemasan, mudah tersinggung dan susah tidur bisa diberikan anti depresi.

Perempuan yang mengalami suatu keadaan ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur dan mulai berhenti menstruasi selama 12 bulan atau setahun merupakan salah satu hal yang disebut dengan menopause. Penyebab menopause wanita disebabkan karena adanya beberapa faktor pemicu. Namun, harus Anda ketahui bahwa menopause merupakan salah satu hal yang alami terjadi dan pasti akan terjadi pada semua wanita didunia dengan gejala menopause yang berbeda-beda. Salah satunya adalah faktor genetik yang mempunyai suatu kemungkinan dari berperan pada usia menopause. Baik pada usia pertama haid, melahirkan di usia muda, dan juga berat badan yang tidak stabil yang bisa memicu dari terjadinya menopause. Selain itu, wanita yang mempunyai kembar clizigot atau juga wanita dengan siklus haid yang lebih pendek akan mudah memasuki masa menopause lebih awal dibandingkan oleh wanita yang mempunyai siklus haid yang normal. Dan memasuki masa menopause yang lebih awal maka biasanya akan dijumpai oleh wanita nulipara, wanita dengan penyakit diabetes, yang merokok aktif, kurang gizi, dan wanita yang vegetarian, serta wanita dengan sosioekonomi yang rendah.

Cara yang paling tepat untuk menghindari gejala menopause adalah dengan menghindari penyebab menopause wanita. Penyebab menopause wanita bisa dihindari dengan cara memperbaiki pola hidup seperti misalnya jika Anda adalah seorang pecandu rokok, maka sebaiknya mulailah untuk tidak merokok.

Salah satu gejala penyebab menopause wanita adalah turunnya kadar estrogen yang menyebabkan terjadinya gangguan pada kesehatan tubuh dan menimbulkan suatu gejala menopause yang sangat mengganggu. Dan biasanya pasien mempunyai keluhan vagina yang mengalami kekeringan dan juga terasa panas atau terbakar, namun ada juga beberapa  wanita yang mengalami keluhan dispereunia yang terasa berat dan bisa dipengaruhi dari terjadinya hubungan seksual pada pasangan. Wanita yang kadar hormon estrogennya menurun akan menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual dan akan membuat terjadinya pendarahan saat melakukan hubungan seksual akibat vagina yang kering. Cara mengatasi penyebab menopause wanita adalah dengan menggunakan cairan pelumas saat sedang melakukan hubungan seksual.

Pada wanita yang mengalami menopause biasanya akan mengalami suatu perubahan pada kulit. Perubahan kulit yang terjadi adalah lemak dibawah kulit akan menjadi berkurang sehingga kulit akan terlihat lebih kendor, selain itu kulit muka akan terbakar sinar matahari dan lebih mudah untuk memunculkan pigmnetasi dan menjadi flek hitam, pada kulit biasanya akan muncul bintik yang hitam. Dan untuk kulit biasanya akan muncul bintik hitam. Otot dibagian bawah kulit akan mengendur sehingga menjadi jauh lebih lembek. Kelenjar dibagian kulit akan menjadi kurag berfungsi sehingga akan membuat kulit terlihat lebih kering dan lebih keriput.

Perubahan lain yang terjadi akibat dari penyebab menopause wanita adalah perubahan metabolisme tubuh yang ditandai degan ciri-ciri menurunnya kadar hormon tiroksin dan insulin yang akan menyebabkan terjadinya pembakaran dan juga kebutuhan tubuh mengalami penurunan. Untuk bisa menyesuaikan terjadinya penurunan pada sistem metabolisme ini bisa dilakukan dengan perubahan pad pola makan dan juga disesuaikan dengan kebutuhan harian Anda. Perubahan pada pola makan dianjurkan untuk mengonsumsi jenis makanan yang mengandung kandungan serat tinggi di dalam tubuh.

Penyebab Menopause Wanita

Posted in Menopause Wanita | Leave a comment

Proses Terjadinya Menopause

Proses Terjadinya Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seseorang wanita yang mengalami menopause wanita alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan.

Proses Terjadinya Menopause

Proses Terjadinya Menopause

Ketika Proses Terjadinya Menopause, sudah mendekat bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia 40, beberapa hormon yang dikaitkan dengan pra menopause mulai terjadi. Penelitian membuktikan, misalnya bahwa pada usia 40 banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia 40 banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih sebentar waktunya dibanding biasanya atau malah lebih banyak dan atau lebih lama.

Sekitar 80% wanita mulai melompat-lompat menstruasinya. Hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus menstruasi yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebih dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

Kecuali jika seseorang mengalami Proses Terjadinya Menopause secara tiba-tiba akibat operasi tau perawatan medis, pra menopause wanita dapat dianggap sebgai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketiak seorang wantia pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur, puncaknya berlangsung selam kira-kira dua puluh tahun.

Pada usia 40, siklus haid mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa 28 hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4 % wanita benar-benar mempunyai siklus 28 hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus haid tidak teratur. 2-28 tahun sebelum menopause kebanyakan wantia mulai melompat-lompat ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur) yang mematangkan telur setiap bulan akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia 37-38.

Kadar testosteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra menopause wanita . Kenyataannya, indung telur pasca menopause dari kebanyakan wanita (tetapu tidak semua wanita) mengeluarkan testosteron lebih banyak daripada indung telur pra menopause. Sebaliknya kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pra menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testosteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.

Proses terjadinya menopause wanita akan berdampak buruk untuk psikologi mereka. Banyak wanita yang masih menganggap bahwa menopause merupakan suatu hal yang sangat mengancam dan juga harus dihindari. Padahal masa menopause merupakan suatu masa yang alami dan terjadi oleh semua wanita di dunia. Proses terjadinya masa menopause wanita akan menimbulkan dampak psikologi seperti gejala menopause dibawah ini :

  1. Perasaan yang takut
  2. Gelisah
  3. Mudah marah
  4. Mudah tersinggung
  5. Gugup
  6. Cepara marah
  7. Sulit untuk berkonsentrasi
  8. Daya ingat menurun
  9. Perubahan yang terjadi pada perilaku
  10. Depresi dan stres
  11. Gangguan libido atau gairah seksual menurun.

Hal ini harus ditekankan bahwa banyak wanita yang memasuki usia menopause dan tidak mengalami gejala menopause apapun namun bukan berarti bahwa mereka tidak akan mengalami gejala lainnya. Penurunan dari hormon estrogen pada wanita biasanya akan menimbulkan resiko terjadinya penyakit osteoporosis, dan juga akibat dari terjadinya peningkatan pada kasus patah tulang, penyakit jantung koroner, dan juga demensia, stroke, dan kanker usus besar.

Jadi, cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala proses terjadinya menopause pada wanita adalah dengan menghindari terjadinya perubahan serta gejolak jiwa yang terjadi dalam menghadapi masalah klimakterium sampai senium berdasarkan dari keharmonisan keluarga dan sebaiknya saling mengerti satu sama lainnya. Dan ditengah keluargan yang harmonis maka sebaiknya Anda dan keluargan harus menerima proses terjadinya menopause sebagai salah satu proses penuaan yang makin besar tanpa menghadapi suatu gejala klinis menopause yang lebih berarti.

Cara menghindari penuaan dini pada kulit adalah dengan menghindari sinar matahari sebanyak mungkin, karena sinar ultraviolet yang bisa membuat kulit mengalami kerusakan dan menyebabkan terjadinya penyakit kanker kulot. Kelancaran dari sistem peredaran darah pada kulit akan bisa mempengaruhi kulit menjadi lebih cepat keriput lewat peningkatan suatu aktivitas fisik yang terjadi dan juga massage tubuh atau bisa juga dilakukan pada salon kecantikan dengan cara memberikan sedikit pelembab kulit sehingga kulit menjadi lebih terawat.

Proses Terjadinya Menopause

Posted in Menopause Wanita | Leave a comment

Terapi Sulih Hormon Untuk Menopause

Terapi Sulih Hormon Untuk Menopause – Menopause sedang menghadapi masalah global. Hal tersebut sejalan dengan makin meningkatnya jumlah populasi perempua berusia 50 tahun. Berdasarkan dara organisasi kesehatan dunia (WHO) jumlah perempuan berusia di atas 50 tahun pada 2030 mendatang akan mencapai 1,2 milliar orang. Padahal, tahun 1990, jumlah perempuan paruh baya baru 465 juta orang.

Terapi Sulih Hormon Untuk Menopause

Terapi Sulih Hormon Untuk Menopause

Dengan kata lain, dalam rentang waktu 40 tahun, telah terjadi peningkatan jumlah perempuan berusia di atas 50 tahun sebesar 250%. Tiga perempat dari jumlah tersebut tinggal di negara-negara berkembang. Gejala yang timbul pada perempuan menopause, adalah gejolak panas (hot flushes), jantung berdebar, susah tidur, cemas, nyeri saat berkemih dan nyeri sendi yang sangat menyiksa, hal tersebut dapat menyebabkan depresi dan gangguan kepercayaan diri. Bahkan dalam jangka panjang akibat kekurangan estrogen akan timbul keluhan osteoporosis, penyakit jantung, gangguan sistem kardiovaskuler serta stroke.

Untuk mengurangi berbagai gejala yang mampu menghambat aktivitas sehari-hari, maka diberikan terapi sulih hormon untuk menopause (TSH). Terapi Sulih Hormon Untuk Menopause mampu mengurangi gejala yang timbul tersebut. TSH adalah kombinasi estradiol dan drospirenone (DRSP) yang bermanfaat mengontrol tekanan darah pada perempuan menopause.

Manfaat tambahan tersebut dimungkinkan karena DSRP merupakan progestogen unit yang memiliki aktivitas progestin with aldosterone receptor antagonism (PARA) yang dapat meringkan gejala menopause, sekaligus mengontrol tekanan darah pada perempuan post menopause yang memiliki tekanan darah tinggi.

DSRP mempengaruhi renin-angiostensin-aldosterone system (RAAS) yang mengontrol keseimbabngan sodium (garam) dan air dalam tubuh. Pada perempuan pasca menopause yang mendapat TSH oral konvensional, RAAS dirangsanng oleh komponen estrogen yang menyebabkan terjadinya retensi sodium dan iar sehingga berat badan bertambah. Hal tersebut tidak terjadi pada DRSP yang memiliki aktivitas PARA, karena menghilangkan rangsangan estrogen pada RAAS yang pada akhirnya akan menurunkan tekanan darajh pada peremuan dengan hipertensi dan mencegah terjadinya kenaikan berat badan yang berhubungan dengan estrogen.

Selain itu, DRSP dengan aktivitas PARA bersifat anti androgenik yang mampu menekan gejala hiperandrogen yang terkadang terjadi pada perempuan menopause. Hiperandrogen ditandai munculnya jerawat yang berlebihan dan perubahan suara menjadi besar. Efek anti androgen lain bermanfaat bagi kulit dan rambut serta profil lipid.
Terapi standar menopause adalah pemberian estrogen. Sayangnya tidak semua dokter memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pemberian hormon kepada perempuan menopause terutama tentang jenis hormon yang tepat untuk kondisi masing-masing pasien.

Pada perempuan menopause yang sudah tidak memiliki rahim, estrogen tunggal dapat diberikan sebagai Terapi Sulih Hormon Untuk Menopause (terapi sulih hormon) untuk pemberian estrogen saja, hanya diberikan pada perempuan yang rahinya telah diangkat, karena pemberian estrogen dalam jangka lama akan menimbulkan hiperplasia atau kanker endomterium.

Untuk itu, dikuatirkan bila diberikan pada perempuan yang masih miliki rahim (uterus) maka akan timbul kanker endometrium. Penanganan Terapi Sulih Hormon Untuk Menopause pada perempuan yang masih miliki uterus, diberikan kombinasi estrogen dan progesteron. Progesteron bertujuan untuk melindungi endometrium.

Pada menopause wanita, kebanyakan mereka akan mengalami gejala depresi dan kecemasan berlebihan biasanya yang akan menjadi suatu insomnia atau gejala susah tidur. Perubahan psikologi pada mereka di masa menopause akan menimbulkan suatu sikap yang berbeda-beda pada masing-masing individu, misalnya adalah suatu krisis yang dimanifestasikan ke dalam gejala menopause psikis misalnya adalah seperti cepat marah, mudah tersinggung, depresi, dan kecemasan yang terjadi dengan berlebihan, gelisah, serta takut.

Selain itu, gejala menopause wanita bukan hanya dinilai dari gejala psikis saja, namun dari gejala fisik juga. Gejala fisik yang terjadi pada wanita biasanya mempunyai suatu arti yang lebih di dalam kehidupan mereka. Salah satunya adalah siklus haid yang berhenti dan peluang mereka untuk mempunyai anak sudah tidak ada lagi. Hal ini akan mengakibatkan masalah yang lebih jauh lagi, mereka menjadi merasa tidak lagi berharga dan akan lebih khawatir akan ketakutan mengenai mereka tidak akan dicintai lagi oleh orang-orang sekitarnya. Perasaan ini yang sering muncul pada menopause wanita sehingga akan memunculkan cemas yang terjadi dengan berlebihan.

Gejala menopause wanita dalam bentuk psikis masih bisa diatasi dengan mengurangi gejalanya seperti mengonsumsi jenis gizi yang baik untuk kesehatan, menerapkan pola hidup yang sehat dan teratur, cukup mendapatkan waktu istirahat, selalu memelihara kesehatan tubuh dan memahami pengetahuan tentang masa menopause wanita. Cara untuk menangani gejala menopause wanita mempunyai suatu unsur yang penting yani adalah dengan mengubah gaya hidup dan memperbaiki gaya hidup seperti misalnya dengan memperbaiki asupan nutrisi Anda, melakukan olahraga secara teratur dan menghilangakan pikiran dari stres atau tekanan serta depresi sehingga bisa membantu untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, menjaga kesehatan tubuh dan juga menjaga kehidupan seksual agar tetap bergairah.

Terapi Sulih Hormon Untuk Menopause

Posted in Menopause Wanita | Leave a comment

Menopause Pada Wanita

Menopause Pada Wanita  - Menopause adalah peristiwa berhentinya masa menstruasi seorang wanita. Hal tersebut merupakan kejadian yang paling umum dalam siklus hidup wanita yang ditandai dengan kemampuan untuk melahirkan anak sudah lewat.

Menopause Pada Wanita

Menopause Pada Wanita

Biasanya rata-rata umur Menopause Pada Wanita adalah ketika wanita berumur sekitar 52 tahun dengan rata-rata harapan hidup wanita sekitar 78 tahun. Akan tetapi ada beberapa orang yang berhenti haid pada usia akhir 30-an atau awal 40-an. Peristiwa ini seringklai terjadi secara perlahan, tetapi ada juga yang terjadi sekaligus. Bahkan menopause dapat terjadi secara dini atau prematur yang disebabkan oleh berbagai hal. Salah satunya adalah karena operasi pengangkatan indung telur. Dengan demikian dia tidak mengalami masa primenopasue.

Menopause dini dapat juga disebabkan oleh stres yang berlebihan, mengalami peristiwa kemoterapi, perasaan sedih yang mendalam, anemia, atau melakukan olahraga yang berlebihan.

Proses Menopause Pada Wanita tersebut di mulai dengan perlambatan fungsi indung telur, kemudian diikuti dengan perubahan-perubahan fisik, emosi, dan hormon. Kejadian yang paling signifikan dalam masa tersebut adalah perubahan keseimbangan hormon terjadi dengan pengurangan jumlah estrogen yang diproduksi indung telur. Akhirnya, ada tingkat produksi estrogen berkurang dengan drastis sehingga menstruasi tidak teratur dan akhirnya berhenti. Pada saat itu pula tingkat produksi progesteron juga menuun. Hormon-homron itulah yang sangat berpengaruh dan mengatur beberapa fungsi fisik dan emosi.

Pemahaman yang baik mengenai menopause pada wanita merupakan salah satu hal yang penting. Karena jika kurang mengetahui pengetahuan yang benar tentang menopause pada wanita maka akan menimbulkan suatu hal yang kurang baik untuk psikis Anda dan juga akan menimbulkan suatu kasus kecemasan berlebihan. Dan untuk mengatakan pengetahuan mengenai informasi menopause wanita serta juga dukungan dari lingkungan sekitar akan membantu untuk membuat mereka lebih siap menghadapi kecemasan yang terjadi pada masa menopause.

Wanita yang mengalami perimenopause yang sebelumnya sudah mengetahui terlebih dahulu tentang informasi megenai menopause wanita maka biasanya mereka akan lebih siap untuk menghadapi, menerima datangnya menopause sebagai salah satu hal yang alami terjadi dan merupakan rangkaian perjalanan hidup wanita, karena sudah diantisipasi sejak dini hal ini akan membuat mereka menjadi tidak terlalu cemas akan menopause. Kualitas hidup dari seorang wanita yang sedang menjalani perimenopause biasanya sangat bergantung dari tiap pandangan masing-masing orang mengenai menopause, dan juga termasuk kedalam pengetahuan mereka tentang menopause wanita.

Walaupun menopause wanita merupakan suatu hal yang alami terjadi, namun ada cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala menopause yang disebabkan karena penurunan dan hilangnya hormon estrogen yakni adalah dengan mengatur porsi makan dan pola makan yang tepat sedini mungkin, dan selain itu melakukan olahraga yang teratur bisa membantu untuk mengatasi keluhan menopause wanita, karena dengan melakukan olahraga maka bisa membantub menjaga kesehatan jantung dan juga kesehatan tulang, mengatur berat badan, membuat tubuh menjadi lebih segar dan bugar dan bisa membantu memperbaiki suasana hati atau mood. Mengatasi stres dan depresi yang bisa menyebabkan gejala menopause diatas.

Namun, untuk wanita yang masih belum siap menghadapi masa menopause pada wanita lanjut usia maka mereka akan mengalami penurunan cara berpikir dan daya ingat yang menurun, selain itu gangguan yang terjadi pada emosi misalnya adalah ketakutan jika disebut dengan tua, rasa takut akan kesan bahwa tua sudah tidak menarik lagi, susah tidur atau cepat bangun, mudah marah, dan juga emosional yang terjdi dengan spontan, merasa mempunyai tekanan yang berat dan merasa sedih tanpa diketahui dengan jelas apa penyebabnya. Rasa akan takut akan kehilangan suami, anak dan ditinggalkan sendiri. Selain itu gejala menopause wanita lainnya adalah gairah seksual yang menurun dan sulit mendapatkan rangsangan. Keadaan ini pada akhirnya akan menjadi suatu tekanan dan menimbulkan stres, baik di masa perimenopause, premenopause atau juga di masa postmenopause.

Peningkatan jumlah menopause pada wanita lansia setiap tahunnya akan memunculkan suatu masalah yang tersendiri, apalagi jika ditambah dengan adanya suatu keluhan yang terjadi pada masa menopause. Dan walaupun tidak menimbulkan masalah kematian, namun menopause akan membuat wanita menjadi kurang nyaman dan bisa mengganggu kehidupan sehari-hari mereka serta bisa menurunkan kualitas hidup. Keadaan yang seperyti ini pasti membutuhkan suatu penanganan yang tepat agar mereka lebih siap untuk menghadapi gejala menopause pada wanita, serta menghadapi penyakiytt kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, osteoporosis, kanker dan demensia untuk tipe Alzheimer. Padahal dalam jangka waktu usia 40-65 tahun dimasa klimakterium banyak sekali wanita yang mencapai puncak prestasi karir mereka.

Itulah informasi mengenai menopause pada wanita dan keluhan menopause yang terjadi pada wanita. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Menopause Pada Wanita

Posted in Menopause Wanita | Leave a comment

Gejala Menopause Wanita

Gejala Menopause Wanita  – Ciri-ciri yang menandakan menopause adalah berhentinya menstruasi. Akan tetapi, seperti yang telah kita ketahui, sangat sulit menentukan apakah Anda telah mengalami menstruasi terkahir saat terjdinya ketidakteraturan menstruasi yang menunjukkan bahwa Anda mendekati menopause. Alasan lain yang patut Anda curigai bahwa Anda telah berada pada masa menopause adalah jika Anda mengalami gejala menopause. Hanya kira-kira tiga perempat dari wanita yang berada pada masa menopause mengalami gejala menopause. Gejala-gejala yang umum terjadi adalah sebagai berikut :

Gejala Menopause Wanita

Gejala Menopause Wanita

a. Gejala Menopause Wanita fisik:

  • Hot flushes/rasa panas (pada wajah, leher dan dada yang berlangsung selama beberapa menit. Anda bisa juga merasa pusing, lemah atau sakit).
  • Rasa panas
  • Berkeringat di malam hari
  • Detak jantung yang berdebar-debar dan mengencang
  • Susah tidur
  • Sakit kepala
  • Keinginan buang air kecil menjadi lebih sering
  • Perasaan tidak nyaman ketika buang air kecil
  • Ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air kecil (inkontinensia).

b. Gejala Menopause Wanita psikologis :

  • Mudah tersinggung
  • Depresi
  • Cemas
  • Suasana hati/mood tidak menentu
  • Sering lupa atau mudah lupa
  • Susah berkonsentarasi
  • Sebagian orang ada yang mengalami penurunan pada fungsi penglihatan

c. Gejala Menopause Wanita dalam bentuk seksual :

  • Kekeringan vagina, mengakibatkan rasa tidak nyaman selama berhubungan seksual.
  • Menurunnya libido atau gairah seksual

Meskipun Gejala Menopause Wanita tersebut akan menolong Anda dan dokter mengindentifikasi ketika Anda mendekati menopause, gejala-gejala tersebut juga dapat menjadi gejala kondisi lain dan secara khusus tidak bermanfaat untuk menentukan dengan tepat kapan menopause terjadi. Anda bisa saja mengalami gejala-gejala yang terjasi sebentar-sebentar, selama beberapa tahun baik sebelum dan sesudah menstruasi Anda yang terakhir.

Gejala pra menopause pada wanita yang ditandai dengan klimakterium yang merupakan masa yang diawali dari suatu akhir fase reproduksi, dan berakhir di awal senium atau awal usia tua dan biasanya terjadi sekitar usia 45-65 tahun. Masa ini biasanya ditandai dengan gejala menopause dengan berbagai keluhan seperti endokrinologi dan vegetatif. Selain itu, keluhan ini paling utama juga disebbakan akibat dari fungsi ovarium yang mengalami penurunan. Dan gejala dari penurunan pada fungsi ovarium merupakan haid atau menstruasi yang berhenti pada wanita yang dikenal dengan istilah menopause.

Menopause merupakan suatu proses berhentinya ovulasi yang diakibatkan karena sudah tidak ada respon cosit dari indung telur atau ovarium dan secara umum terjadi di usia 47-53 tahun. Menopause biologis diartikan sebagai salah satu proses berakhirnya menstruasi, dan pertanda bahwa kemampuan untuk mempunyai anak sudah hilang. Menopause yang terjadi dengan bersamaan pada kadar estrogen yang menurun. Kadar estrogen merupakan hormon seksual pada wanita yang paling utama yang jumlahnya akan mengalami penurunan dengan perbandingan 1 : 10 dari jumlah yang sebelumnya.

Dalam jangka waktu selama 4-5 tahun setelah menopause biasanya disebut dengan pramenopause, dan dalam waktu 3-5 tahun setelah menopause disebut dengan pascamenopause. Masa pramenopause, menopause, dan pascamenopause biasanya dikenal sebagai masa klimakterium dan keluhan yang terjadi pada masa ini biasanya disebut dengan istilah klimaterik. Menopause dini terjadi dengan lebih cepat akibat proses pembedahan untuk membuang ovarium. Dan selain itu, perimenopause lebih mengacu pada tahun-tahun sekitar menopause dimana fungsi dari ovarium akan mengalami suatu perubahan.

Jumlah dari sel telur yang mengalami penurnan dan juga ovarium yang lama kelamaan akan lebih resisten pada aksi Follicie Stimulating Hormon (FSH),ovariu akan menhasilkan suatu penurunan pada jlmah estrigen, progesteron, dan juga androfen. Kehilangan negative feedback dari dalam estrogen di ovarium akan mengakibatkan terjadinya peningkatan pada pengeluaran FSH dan Luteinizing Hormon atau LH. Dan ada juga penurunan sekresi inhibin glikoprotein dengan lebih selektif untuk menghambat terjadinya FSH. Aksi dari peristiwa yang seperti ini akan menyebabkan terjadinya peningkatan FSH menjadi lebih permanen, yang bisa menimmbulkan suatu gejala bahwa menopause akan terjadi.

Gejala menopause wanita yang ditandai dengan gejala fisik biasanya adalah ditandai dengan rasa panas yang menyerang secara mendadak pada bagian tubuh atas, selain itu berkeringat di malam hari, menjadi susah tidur, iritasi yang terjadi pada kulit, gejala sakit gigi dan mulut, vagina kering, susah untuk bisa menahan buang air kecil, peningkatan pada berat badan. Dan disaat rasa panas datang menyerang, wajah dan leher biasanya akan menjadi berwarna merah, kadang juga akan menimbulkan suatu noda merah pada kulit dada, punggung dan juga lengan.

Keringat yang keluar dengan berlebihan dan terjadi di malam hari ini akan mengakibatkan suatu penurunan pada kadar estrogen di dalam pembuluh darah. Selain dari keadaan fisik yang muncul beberapa pada gejala psikologis yang biasanya sering terjadi pada menopause wanita. Keluhan tersebut salah satunya adalah depresi dan stres.

Gejala Menopause Wanita

Posted in Menopause Wanita | Leave a comment

Masa Menopause Bagi Wanita

Masa Menopause Bagi Wanita  – Wanita di Amerika Serikat sekarang dapat berharap untuk menghabiskan sepertiga waktu hidupnya dalam keadaan menopause. Rata-rata usia menopause adalah antara 48 dan 52 tahun (paling sering usia 51 tahun), tetapi setiap saat antara usia 40-60 tahun adalah normal.

Faktor yang berhubungan dengan menopause dini meliputi merokok (rata-rata 1-2 tahun lebih muda), siklus menstruasi yang lebih pendek dari 26 hari, pembedahan ginekologis (tanpa ooferktomi) dan kemoterapi kanker atau radioterapi (kegagalan ovarium terjadi pada 40-85%, terutama bila usia lebih dari 40 tahun selama penanganan). Meskipun merupakan proses penuaan alamiah, 90% wanita yang mengalami gejala dan jelas berdampak pada kesehatan, seperti :

  • Tipe dan banyaknya gejala klimakterium berhubungan dengan ras, etnis, edukasi, stresor kehidupan yang dialami dan jumlahnya olahraga serta keterkaitan pada waktu luang.
  • Awitan gejala menopause wanita sering terjadi selama perimenopause sebelum menstruasi berhenti.

Patofisiologi Masa Menopause Bagi Wanita

  1. Transisi ke menopause wanita terjadi karena interaksi kejadian di sistem saraf pusat, endokrin, dan kejadian di ovarium mengakibatkan peningkatan kecepatan kehilnagn folikel ovarium yang menghasilkan siklus reproduksi takteratur. Walaupun tidak adanya pelepasan estrogen merupakan inti gejala klimakterium, beberapa penemuan menunjukkan bahwa sebenarnya terdapat interkasi kejadian yang lebih kompleks.
  2. FSH mulai meningkat secara intermiten dan tidak dapat diramalkan sejak usia 40 tahun, bahkan apabila kadar estradiol dan progesteron masih normal dan siklus menstruasi teratur.
  3. Perasaan kepanasan dan gangguan susah tidur (terasa lebih berhubungan langsung dengandisfungsi hipotalamus daripada defisiensi estrogen murni) dapat terjadi sejak usia 40 tahun, meskipun estradiol dan siklus menstruasi masih normal.
  4. Desinkronisasi signal neuron dengan perubahan irama kadar hormon harian dan bulanan telah diketahui sebelum terjadinya disfungsi ovarium primer yang bisa terukur.
Masa Menopause Bagi Wanita

Masa Menopause Bagi Wanita

Kesimpulan yang didapat pada Masa Menopause Bagi Wanita adalah saat anda berada pada masa menjelang menopause, FSH dan LH terus diproduksi oleh kelenjar hipofisis secara normal. Akan tetapi, karena ovarium semakin tua, maka kedua ovarium kita tidak dapat merespon FSH dan LH sebagaimanan seharusnya, akibatnya estrogen dan progesteron yang diporuksi juga semakin berkurang. Masa Menopause Bagi Wanita
terjadi ketika kedua ovarium tidak lagi dapat menghasilkan hormon-hormon tersebut dalam jumlah yang cukup untuk bisa mempertahankan siklus haid.

Masa menopause bagi wanita yang terjadi sebelum menopause wanita datang biasanya ditandai dengan siklus haid yang terjadi dengan tidak teratur dan tidak lancar akibat dari perubahan pada kadar hormon estrogen yang terjadi dengan fluktuatif. Mungkin saja Anda tidak mengalami haid selama beberapa bulan atau juga haid yang terjadi dengan darah yang sangat banyak, namun pada bulan selanjutnya Anda mengalami haid yag sedikit dan menjadi tidak teratur. Biasanya disaat hormon estrogen sedang naik, maka tidak akan terjadi suatu gejala menopause atau keluhan yang dirasakan. Namun saat hormon estrogen sedang turun, maka Anda akan mulai merasakan gangguan-gangguan yang terjadi pada masa perimenopause. Beberapa gejala menopause tersebut adalah mood swing atau perubahan pada suasana hati, hot flashes, insomnia atau susah tidur, cepat merasa lelah, sering lupa, dan sulit untuk memfokuskan konsentrasi, cepat merasa pegal linu dan lain sebagainya.

Menopause wanita bukanlah menopause dini. Menopause wanita merupakan suatu hal alami dan normal terjadi pada wanita yang memasuki usia 45-65 tahun. Dan hal ini merupakan suatu bentuk perjalanan hidup dari seorang wanita. Semua wanita didunia pasti akan merasakan menopause. Sedangkan menopause dini adalah menopause yang terjadi dengan lebih cepat akibat dari beberapa faktor yang bisa mempengaruhinya. Pada masa menopause bagi wanita bisnaya ovarium masih bisa berfungsi sehingga wanita masih mengalami haid atau menstruasi walaupun tidak lancar dan tidak teratur. Ketidakteraturan menstruasi ini merupakan salah satu bentuk dari sebagian siklus di ovarium akan mengalami anovulasi dengan tidak melepaskan sel telur. Namun, karena sebagiannya lagi masih bisa melakukan ovulasi, maka pada masa pra menopause seorang wanita masih bisa mendapatkan kehamilan walaupun peluangnya kecil.

Untuk mengatasi gejala masa menopause bagi wanita, maka tidak melulu membutuhkan terapi hormon. Kecuali untuk mereka yang sudah mengalami gangguan gejala menopause dengan lebih berat dan ditambah dengan bantuan penambahan estrogen dari luar caranya adalah dengan menggunakan terapi sulih hormon atau TSH atau juga penggunaan pil KB dengan dosis yang rendah. Penggunaan pil KB dosis rendah sangat efektif untuk membantu mencegah terjadinya kehamilan dan juga bisa membuat hormon menjadi stabil dan mengurangi resiko terjadinya peradangan pada pelvis, osteoporosis, dan penyakit kista ovarium yang sifatnya non-kanker. Dan penggunaan dari pil KB ini harus diteruskan sampai keluhan atau gejala menopause yang dirasakan hilang atau sampai Anda memasuki usia menopause yang sebenarnya.

Masa Menopause Bagi Wanita

Posted in Menopause Wanita | 1 Comment